RI Kedepan Masih Punya Banyak Tantangan Khusunya Di Bidang Ekonomi

hanya.id – Negara Republik Indonesia baru saja merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan yang ke 74 pada 17 Agustus yang lalu. Meski demikian, tidak dipungkiri kita masih banyak pekerjaan rumah dan beragam tantangan yang belum terselesaikan.

Khususnya adalah dalam bidang ekonomi, Lantas, apa saja pekerjaan rumah dan tantangan yang akan dihadapi Indonesia di sektor ekonomi setelah 74 tahun merdeka?.

Sri Mulyani Indrawati Selaku Menteri Keuangan RI menilai tantangan Indonesia di usia ke-74 tahun ini adalah soal sumber daya manusia (SDM). Kualitas SDM Indonesia yanga masih dan harus terus ditingkatkan.

Dimana SDM yang unggul ini pula masuk menjadi program prioritas pemerintah di tahun 2020 kedepan. SDM berkualitas ini juga sebagai upaya pemerintah mengantisipasi perkembangan teknologi yang begitu pesat, dan di persiapkan untuk memasuki era digitalisasi dan era industri 4.0.

Hal ini juga senada dengan Visi dan Misi Indonesia untuk menjadi negara maju, bahwa dengan SDM yang berkualitas dan unggul maka hal itu pun akan dapat terwujud.

Beliaupun mengungkapkan bahwa anggaran dana pendidikan yang selama ini sebesar 20% dari total APBN belum memberikan hasil yang signifikan terhadap peningkatan kualitas SDM Indonesia.

Dalam 10 tahun terakhir, tercatat anggaran pendidikan mengalami peningkatan mencapai 221% dari tahun 2009 sebesar Rp 153 triliun menjadi Rp 492,5 triliun di tahun 2019.

Kualitas pendidikan Indonesia berdasarkan PISA (Programme for International Student Assesment) Test, kata Beliau kalah dengan negara tetangga seperti Vietnam. dimana posisi alokasi anggarannya sama-sama 20% dari total APBN.

Dia menyampaikan, Indonesia juga dihadapkan pada besarnya tuntutan masyarakat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong industri jasa keuangan lebih berperan nyata bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Oleh sebab itu sangat dibutuhkan peran SDM OJK yang unggul, yaitu Insan OJK yang profesional, berintegritas tinggi, sangat paham akan bidangnya, memiliki wawasan yang luas, melek teknologi, terus menerus mengembangkan dirinya, mampu berpikir out of the box dan visioner, serta mampu beradaptasi dan bersinergi dengan berbagai pihak.

Tinggalkan Balasan